Archive for May, 2009

Gelombang Laut Pasang Porak-porandakan Pesta Pernikahan

Tuesday, May 26th, 2009

Detik.Surabaya – Sumenep – Pesta pernikahan Fujianto (25) dan Sulistiyowati (22) berakhir berantakan, Selasa (26/5/2009) malam.

Bahkan kedua mempelai terseret laut pasang saat lokasi pesta yang digelar di Desa Tanjung Keok, Kecamatan/Pulau Sapeken Sumenep, Madura diterjang air laut pasang setinggi 1 meter.

Namun keduanya berhasil diselamatkan oleh beberapa undangan dan kerabatnya. Lokasi pesta pernihanan yang ditempatkan di samping rumah pengantin perempuan tersebut berjarak 5 meter dengan bibir Pantai Tanjung Keok. (more…)

Facebook-an Berlebihan Diharamkan Ponpes se Jawa-Madura

Friday, May 22nd, 2009

www.detikSurabaya.comKediriBoomingnya layanan situs jejaring sosial, seperti facebook, friendster maupun chatting untuk menjalin hubungan pertemanan diam-diam diawasi oleh ulama.

Pondok Pesantren se Jawa-Madura yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3) mengharamkan pemanfaatan situs jejaring sosial secara berlebihan, seperti mencari jodoh maupun pacaran. (more…)

Muntaber Meledak di Pulau Sapeken, 18 Meninggal 13 Kritis

Friday, May 22nd, 2009

Sumenep-Surya -Wabah penyakit muntah disertai berak (muntaber) yang menyerang warga Pulau Saur dan Pulau Pagerungan Besar di wilayah Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, terus menyebar.
Dalam 20 hari terakhir, jumlah penderita yang meninggal hingga tadi malam sebanyak 18 orang, sedangkan yang dalam kondisi kritis dan sedang menjalani perawatan di Puskesmas Sapeken mencapai sedikitnya 13 orang.

Menurut, Moh Sunar, salah seorang tokoh masyarakat Pulau Sapeken, jumlah penderita yang kebanyakan anak-anak dan balita dikhawatirkan akan terus meningkat. (more…)

11 Tahun sudah Tragedi 12 Mei

Wednesday, May 13th, 2009

Walaupun agak terlambat untuk mengucapkan bela sungkawa yang sedalam – dalamnya untuk para korban tragedi 12 mei 1998 yang sudah 11 tahun berlalu, sampai sekarang belum ada juga penyelesaiannya. Rezim sudah beberapa kali berganti mulai dari Gus Dur, Megawati dan terakhir Bapak KITA SBY tapi seperti pemerintah tidak ada keberpihakan kepada para korban tragedi 12 mei tersebut. Tragedi 12 Mei yang lebih dikenal dengan TRAGEDI TRISAKTI, telah merenggut nyawa 4 orang mahasiswa Trisakti, yaitu Hafidin Royan, Elang Mulia Lesmana, Hendryawan Sie, dan Hery Hartanto.

Tulisan ini tidak akan saya perpanjang. Saya hanya berharap mudah-mudahan para politisi, para pejabat pemerintah tidak hanya bisa berorasi, jual janji, saling lempar wacana, yang kita butuhkan adalah Tindakan Kongkrit dari pemerintah.

Untuk mengenang mereka para PAHLAWAN REFORMASI marilah kita menundukkan wajah sejenak berdo’a kepada Ilahi Rabbi agar semua amal perbuatan mereka diterima disisiNya Amin …………

Ini sebait tulisan yang terpahat pada Monumen Tragedi 12 Mei 1998 :

12-mei1Hari ini kami datang bersama bunga dan sejuta pekik sebagai tanda kasih serta keteguhan kami demi keadilan… karena kami yakin bahwa Reformasi merupakan keharusan

Merah Putih setengah tiang bersaksi atas Darah, Keringat, Air Mata, Rasa Takut dan rasa ingin berontak bercampur menjadi satu… Ratusan dari kami yang cedera puluhan dari kami yang ditembaki atas kesewenang-wenangan Penguasa… Empat saudara kami tercinta, telah gugur meninggalkan ribuan duka, kalut dan marah yang mendalam

… Perjuanganmu takkan sia-sia saudaraku, tiap tetes darahmu akan berarti bagi Bangsa dan Negri ini… Dan ini menjadi bukti bagi kami yang setia bahwa keAdilan adalah kePatutan!

Jakarta, 12 Mei 1998

Mereka yang telah Berjuang

1 Mei,hari Buruh Internasional (May Day)

Friday, May 1st, 2009

Setiap tanggal 01 Mei pada kalender masehi seluruh masyarakat yang mengaku buruh memperingati sebagai hari buruh internasional dan mendeklarasikan keberadaan mereka di tengah – tengah yang sudah semakin heterogen.

Sampai saat ini setiap kita mendengar kata buruh, kita langsung membayangkan suatu komunitas yang termarginalkan. (more…)

Tags: , , ,