D. Zawawi Imron
Friday, March 13th, 2009Kumpulan Puisi “Berlayar di Pamor Badik”
Kilat badikmu
menghela senyum
ke
gigir Waktu
Wajahmu
Wajahmu kulukis
di rawa – rawa
Kau pun menyanyi
dalam hati ombak yang bisu
Karena sujudmu pada dahiku
kupilih rumah di tebing – tebing
Aku pun menari
dalam lidah api yang biru
Wajahmu kulukis
dengan badik
Hutan, laut dan langit
semakin nyala Menyambut hatimu di kuncup bunga
Tags: batang-2, puisi d.zawawi imron, si clurit emas, sumene madura