Dewan Kepulauan terkait Rekrutman Tenaga Kontrak
By Idham Halil. Filed in W@rta Pulau |SUMENEP-Rekrutmen tenaga kontrak perawat yang dilakukan dinas kesehatan (dinkes) menjadi perhatian anggota DPRD asal kepulauan. Mereka meminta dinkes untuk menugaskan warga setempat yang memiliki kemampuan dalam melakukan tugasnya di wilayah kepulauan.
Nur Asyur, anggota DPRD asal Pulau/Kecamatan Sapeken mengatakan, pihaknya meminta dinkes untuk melakukan pemetaan secara tepat dalam menentukan tenaga kontrak yang akan bertugas di polindes. Pemberian tugas tersebut harus dipetakan dengan memprioritaskan warga setempat.
Itu dilakukan untuk mengoptimalkan sejumlah pelayanan kesehatan yang ada di kepulauan. Menurut Nur Asyur, jika tenaga kontrak asal daratan bertugas di kepulauan, dikhawatirkan kurang maksimal dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Sebab, jika mengacu pada tenaga kontrak atau sudah pegawai negeri asal daratan yang bertugas di kepulauan sangat tidak maksimal. Misalnya, tambah dia, guru yang berstatus pegawai negeri asal daratan seringkali tidak ada karena alasan sakit atau alasan lain.
Di samping itu, sambung anggota komisi D ini, terdapat beberapa tenaga sukwan yang sudah bertahun-tahun masih belum dikontrak. Dia mencontohkan, sedikitnya 21 tenaga kesehatan berstatus sukwan yang ada di Kecamatan Sapeken masih belum dikontrak.
Karena itulah, pihaknya meminta dinkes melakukan rekrutmen tenaga kontrak perawat untuk daerah kepulauan dengan memprioritaskan pendaftar yang berdomisili dari daerah asal. Juga melihat seberapa lama menjadi mengabdi atau sukwan.
Selain itu, yang harus diprioritaskan kelulusan tenaga kontrak perawat di kepulauan mengacu pada hasil tes. “Kami sudah menemui dinkes kemarin (3/2) untuk memprioritaskan warga setempat yang akan di tugas di kepulauan,” terang anggota DPRD asal PKS ini.
Senada, diungkapkan Badrul Aini, anggota DPRD asal Kangean. Menurut dia, pihaknya keberatan jika tenaga kontrak perawat yang akan ditugaskan ke wilayah kepulauan diambil dari daratan. Itu dikhawatirkan pelayanan kesehatan tidak optimal karena tidak adanya petugas di tempat kerja.
Jika hal tersebut terjadi pada tenaga kontrak perawat, dipastikan pelayanan kesehatan di kepulauan tidak akan maksimal. “Meninggalnya warga kepulauan di kapal yang akan dirujuk ke RSUD karena tidak adanya petugas. Dikhawatirkan tujuan pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dengan menambah tenaga akan gagal jika diambil dari daratan lagi,” tegas anggota komisi A ini.
Sementara itu, dr Susianto, kadinkes Sumenep mengatakan, pihaknya memang akan memprioritaskan warga setempat untuk tenaga kontrak perawat di kepulauan. Sebab, selain hanya digaji Rp 500 ribu per bulan, dinkes tidak menyediakan tempat tinggal.
Pertimbangan lain, yaitu hasil tes dan usia atau lamanya keluar ijazah yang akan dijadikan patokan dalam rekrutmen. “Nantinya sebanyak 75 persen dari jumlah tenaga perawat yang akan diambil akan ditugaskan di wilayah kepulauan khususnya daerah terpencil,” terang Susi.



Sunday, February 5th 2012 at 23:41 |
Even though I genuinely like this publish, I believe there was an spelling error shut towards the finish of the 3rd section.