Dilema Sebuah Pendidikan dari MALANG
By Idham Halil. Filed in Teras Diri |Ditengah semaraknya kampanye terbuka pileg tahun 2009, ada sebuah berita yang sangat menyengat dari dunia pendidikan di kota malang. Tadi siang di RCTI di program seputar indonesia memberitakan dengan gamblang sekali tragedi penarikan meja dan bangku sekolah oleh pihak rekanan.
Sungguh ironis memang disisi lain para calon anggota dewan yang terhormat sedang kampanye yang salah satu program mereka adalah mencerdaskan anak bangsa, menggratiskan biaya sekolah, memperbaiki kondisi pendidikan masyarakat indonesia bla bla bla dan masih banyak langi janji – janji mereka khususnya dibidang pendidikan. Ternyata bertolak belakang sekali dengan realita yang ada dilapangan, sekarang waktunya membuktikan langkah kongkrit untuk mengatasi tragedi penarikan meja dan bangku di salah satu SD di Kota Malang.
Kita tidak bisa menyalahkan pihak pengrajin bagaimanapun mereka sudah bekerja maksimal sampai hutang kesana sini , disisilain rekananpun juga dilematis karena mereka juga belum dibayar oleh pihak pemerintah dengan alasan barang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada, pihak pemerintah sebagai pemilik barang takut jika tidak sesuai dengan spesifikasi barang nantinya akan jadi temuan.
Alangkah bijaksana jika pemerintah di Kota Malang sebagai fasilitator antara sekolah, pengrajin dan rekanan untuk sama – sama menahan diri jangan sampai terjadi pengambilan secara paksa oleh pengrajin. Bagaimanapun Pemerintah merupakan pengayom orang banyak dan bukannya membiarkan terjadinya Tragedi Penarikan secara paksa meja dan bangke sekolah.
Entah sampai kapan kita bisa bersikap arif dalam setiap tindakan dan kebijakan yang kita ambil………
Warning: strlen() expects parameter 1 to be string, array given in /home/idham/public_html/wp-content/themes/khaki-traveler/single.php on line 25


