<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:. idhamhalil .:</title>
	<atom:link href="http://idhamhalil.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://idhamhalil.web.id</link>
	<description>d@eng m@kassik</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 11:41:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>puisi jalaludin rumi</title>
		<link>http://idhamhalil.web.id/puisi-jalaludin-rumi</link>
		<comments>http://idhamhalil.web.id/puisi-jalaludin-rumi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 03:56:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Halil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[jalaludin rumi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhamhalil.web.id/?p=656</guid>
		<description><![CDATA[Puasa Membakar Hijab Rasa manis yang tersembunyi, Ditemukan di dalam perut yang kosong ini! Ketika perut kecapi telah terisi, ia tidak dapat berdendang, Baik dengan nada rendah ataupun tinggi. Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa, Api mereka akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu. Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://idhamhalil.web.id/wp-content/uploads/rumi.jpg" rel="lightbox[656]"><img class="alignleft size-medium wp-image-658" title="rumi" src="http://idhamhalil.web.id/wp-content/uploads/rumi-223x300.jpg" alt="" width="223" height="300" /></a>Puasa Membakar Hijab</strong></p>
<p>Rasa manis yang tersembunyi,</p>
<p>Ditemukan di dalam perut yang kosong ini!</p>
<p>Ketika perut kecapi telah terisi,</p>
<p>ia tidak dapat berdendang,</p>
<p>Baik dengan nada rendah ataupun tinggi.</p>
<p>Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa,</p>
<p>Api mereka akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu.</p>
<p>Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab.</p>
<p>Dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan serta dalam hasratmu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span id="more-656"></span></p>
<p><strong>Disebabkan Ridha-Nya</strong></p>
<p>Jika saja bukan karena keridhaan-Mu,</p>
<p>Apa yang dapat dilakukan oleh manusia yang seperti debu ini</p>
<p>dengan Cinta-Mu?</p>
<p><strong>Letak Kebenaran</strong></p>
<p>Kebenaran sepenuhnya bersemayam di dalam hakekat,</p>
<p>Tapi orang dungu mencarinya di dalam kenampakan.</p>
<p><strong>Rahasia yang Tak Terungkap</strong></p>
<p>Apapun yang kau dengar dan katakan (tentang Cinta),</p>
<p>Itu semua hanyalah kulit.</p>
<p>Sebab, inti dari Cinta adalah sebuah</p>
<p>rahasia yang tak terungkapkan.</p>
<p><strong>Pernyataan Cinta</strong></p>
<p>Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,</p>
<p>Kusimpan kasih-Mu dalam dada.</p>
<p>Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,</p>
<p>Segera saja bagai duri bakarlah aku.</p>
<p>Meskipun aku diam tenang bagai ikan,</p>
<p>Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan</p>
<p>Kau yang telah menutup rapat bibirku,</p>
<p>Tariklah misaiku ke dekat-Mu.</p>
<p>Apakah maksud-Mu?</p>
<p>Mana kutahu?</p>
<p>Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.</p>
<p>Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,</p>
<p>Bagai unta memahah biak makanannya,</p>
<p>Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.</p>
<p>Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,</p>
<p>Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.</p>
<p>Aku bagai benih di bawah tanah,</p>
<p>Aku menanti tanda musim semi.</p>
<p>Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,</p>
<p>Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.</p>
<p><strong>Hati Bersih Melihat Tuhan</strong></p>
<p>Setiap orang melihat Yang Tak Terlihat</p>
<p>dalam persemayaman hatinya.</p>
<p>Dan penglihatan itu bergantung pada seberapakah</p>
<p>ia menggosok hati tersebut.</p>
<p>Bagi siapa yang menggosoknya hingga kilap,</p>
<p>maka bentuk-bentuk Yang Tak Terlihat</p>
<p>semakin nyata baginya.</p>
<p><strong>Kesucian Hati</strong></p>
<p>Di manapun, jalan untuk mencapai kesucian hati</p>
<p>ialah melalui kerendahan hati.</p>
<p>Maka dia akan sampai pada jawaban “Ya” dalam pertanyaan</p>
<p>Bukankah Aku Tuhanmu?</p>
<p><strong>Memahami Makna</strong></p>
<p>Seperti bentuk dalam sebuah cermin, kuikuti Wajah itu.</p>
<p>Tuhan menampakkan dan menyembunyikan sifat-sifat-Nya.</p>
<p>Tatkala Tuhan tertawa, maka akupun tertawa.</p>
<p>Dan manakala Tuhan gelisah, maka gelisahlah aku.</p>
<p>Maka katakana tentang Diri-Mu, ya Tuhan.</p>
<p>Agar segala makna terpahami, sebab mutiara-mutiara</p>
<p>makna yang telah aku rentangkan di atas kalung pembicaraan</p>
<p>berasal dari Lautan-Mu.</p>
<p><strong>Tuhan Hadir dalam Tiap Gerak</strong></p>
<p>Tuhan berada dimana-mana.</p>
<p>Ia juga hadir dalam tiap gerak.</p>
<p>Namun Tuhan tidak bisa ditunjuk dengan ini dan itu.</p>
<p>Sebab wajah-Nya terpantul dalam keseluruhan ruang.</p>
<p>Walaupun sebenarnya Tuhan itu mengatasi ruang.</p>
<p><strong>Lihatlah yang Terdalam</strong></p>
<p>Jangan kau seperti iblis,</p>
<p>Hanya melihat air dan lumpur ketika memandang Adam.</p>
<p>Lihatlah di balik lumpur,</p>
<p>Beratus-ratus ribu taman yang indah!</p>
<p><strong>Keterasingan di Dunia</strong></p>
<p>Mengapa hati begitu terasing dalam dua dunia?</p>
<p>Itu disebabkan Tuhan Yang Tanpa Ruang,</p>
<p>Kita lemparkan menjadi terbatasi ruang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhamhalil.web.id/puisi-jalaludin-rumi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tender yang melelahkan</title>
		<link>http://idhamhalil.web.id/tender-yang-melelahkan</link>
		<comments>http://idhamhalil.web.id/tender-yang-melelahkan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 07:41:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Halil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhamhalil.web.id/?p=653</guid>
		<description><![CDATA[setelah melewati masa evaluasi penawaran yang panjang, akhirnya panitia mengumumkan calon pemenang lelang, walaupun jalan terseok &#8211; seok di komplain kanan kiri, sampai aku sendiri stres karena diancam secara fisik oleh rekanan yang menurut kami tidak profesional. Entah apakah aku untuk tahun berikutnya mau menjadi panitia lelang, aku telah lelah secara fisik dan juga lelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>setelah melewati masa evaluasi penawaran yang panjang, akhirnya panitia</p>
<p>mengumumkan calon pemenang lelang, walaupun jalan terseok &#8211; seok</p>
<p>di komplain kanan kiri, sampai aku sendiri stres karena diancam secara fisik</p>
<p>oleh rekanan yang menurut kami tidak profesional. Entah apakah aku untuk tahun berikutnya</p>
<p>mau menjadi panitia lelang, aku telah lelah secara fisik dan juga lelah pikirin.</p>
<p>Jadi panitia sudah menjadi konsekuensinya di jadikan kambing hitam oleh rekanan,</p>
<p>padahal kita mau bekerja secara jujur, tapi kadang kita dipaksakan menjadi seorang</p>
<p>pecundang yang harus ikut kemampuan orang tertentu.</p>
<p>Mungkin aku harus istirahat dulu dari KEPANITIAAN.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhamhalil.web.id/tender-yang-melelahkan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesalehan Ritual dan Kesalehan Sosial</title>
		<link>http://idhamhalil.web.id/kesalehan-ritual-dan-kesalehan-sosial</link>
		<comments>http://idhamhalil.web.id/kesalehan-ritual-dan-kesalehan-sosial#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Jan 2011 07:16:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Halil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teras Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhamhalil.web.id/?p=649</guid>
		<description><![CDATA[Dalam versi keagamaan ada beberapa persepsi kesalehan, biasanya para ulama membagi tingkat kesalehan dalam dua kategori : Kesalehan Ritual dan Kesalehan Sosial. Biasanya krteria kesalehan ritual  diukur dengan tingkat ketaatan seseorang dalam menjalankan ibadah, sholat, zikir, puasa dan banyak lagi yang polanya adalah pendekatan kepada Allah swt. Pendek kata kesalehan ritual dilihat dari ketaatan pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam versi keagamaan ada beberapa persepsi kesalehan, biasanya para ulama membagi tingkat kesalehan dalam dua kategori : Kesalehan Ritual dan Kesalehan Sosial. Biasanya krteria kesalehan ritual  diukur dengan tingkat ketaatan seseorang dalam menjalankan ibadah, sholat, zikir, puasa dan banyak lagi yang polanya adalah pendekatan kepada Allah swt. Pendek kata kesalehan ritual dilihat dari ketaatan pada dogma ajaran agama. Sedangkan kesalehan sosial seseorang merupakan output sosialnya yaitu kasih sayang, saling menghargai, sikap demokrasi, suka membantu orang lain dll.</p>
<p>Dalam kehidupan manakah yang penting apakah kesalehan ritual dengan mengensampingkan hak orang lain, mengorbankan hak diri seseorang atau kah lebih mementingkan kesalehan sosial, menghargai dan membatu orang lain dengan cara meningggalkan dogma ajaran agamnya. Dalam sebuah hadist Rasullah telah menggambarkan hakekat kesalehan sosial. Seorang sahabat pernah memuji kesalehan orang lain di depan Kanjeng Nabi. &#8220;Mengapa ia kau sebut sangat saleh?&#8221; tanya Gusti Kanjeng Nabi Muhammad SAW. &#8220;Soalnya, tiap saya masuk masjid ini dia sudah salat dengan khusyuk dan tiap saya sudah pulang, dia masih saja khusyuk berdoa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lho, lalu siapa yang memberinya makan dan minum?&#8221; tanya Kanjeng Nabi lagi.</p>
<p>&#8220;Kakaknya,&#8221; sahut sahabat tersebut. &#8220;Kakaknya itulah yang layak disebut saleh,&#8221; sahut Kanjeng Nabi lebih lanjut. Sahabat itu diam. Sebuah pengertian baru terbentuk dalam benaknya. Ukuran kesalehan, dengan begitu, menjadi lebih jelas diletakkan pada tindakan nyata. Kesalehan, jadinya, lalu dilihat dampak kongkretnya dalam kehidupan sosial.</p>
<p>Tentu saja, hanya kesalehan sosial yang bisa diukur dengan cara seperti itu. Dalam agama, sebenarnya kedua corak kesalehan itu merupakan wajah sebuah kemestian yang tak usah ditawar. Secara normatif, keduanya haruslah merupakan bagian hidup tiap-tiap hamba.</p>
<p>Kita, pendeknya, selalu diminta tampil ideal. Artinya, secara ritual kita saleh, secara sosial pun kita mestinya saleh juga. Maka, betapa pun pahitnya harus diakui bahwa memang, silang selisih antara mereka yang lebih menggarisbawahi kesalehan ritual dengan mereka yang lebih memilih kesalehan sosial masih bisa terjadi terus-menerus. Ini tak menjadi soal. Sebab, bukankah silang selisih itu sendiri merupakan sebuah dialog untuk mencapai takaran ideal itu juga?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhamhalil.web.id/kesalehan-ritual-dan-kesalehan-sosial/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kembali lagi</title>
		<link>http://idhamhalil.web.id/kembali-lagi</link>
		<comments>http://idhamhalil.web.id/kembali-lagi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 07:40:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Halil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teras Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhamhalil.web.id/?p=646</guid>
		<description><![CDATA[Hampir satu tahu tidak memposting blogku, ada ke rinduan juga untuk kembali untuk sekedar membuat tulisan tulisan walaupun mungkin jauh dari kesan ilmiah. Setelah berkutat dengan rutinitas pekerjaan yang kadang membuat jenuh, berhadapan dengan bermacam macam orang yang mempunyai karakter berbeda, ada yang suka protes yang penting kepentingannya diakomodasi, ada yang hanya sekedar cari  muka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir satu tahu tidak memposting blogku, ada ke rinduan juga untuk kembali untuk sekedar membuat tulisan tulisan walaupun mungkin jauh dari kesan ilmiah. Setelah berkutat dengan rutinitas pekerjaan yang kadang membuat jenuh, berhadapan dengan bermacam macam orang yang mempunyai karakter berbeda, ada yang suka protes yang penting kepentingannya diakomodasi, ada yang hanya sekedar cari  muka dan masih banyak lagi sifat sifat orang.</p>
<p>Kebetulan ponakan, menegur kenapa kok nggak pernah ngisi blognya lagi, aku jawab terlalu banyak tugas sehingga nggak sempat mengisi blogku lagi. Mulai sekarang aku usahan mengupdate data deh, baik warta atau sekedar info pulauku, Teras diri yang lama sekali nggak diisi lagi. Welcome BlogKU .</p>
<p>Akhir Aku Kembali Lagi Thanks</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhamhalil.web.id/kembali-lagi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sapi Sonok Madura Dipatenkan</title>
		<link>http://idhamhalil.web.id/sapi-sonok-madura-dipatenkan</link>
		<comments>http://idhamhalil.web.id/sapi-sonok-madura-dipatenkan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 01:58:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Halil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta]]></category>
		<category><![CDATA[madura]]></category>
		<category><![CDATA[pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[paten]]></category>
		<category><![CDATA[sapi sonok]]></category>
		<category><![CDATA[sumenep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhamhalil.web.id/?p=627</guid>
		<description><![CDATA[Madura - Pemkab Pamekasan mematenkan hak cipta budaya sapi sonok ke Departemen Hukum dan HAM. Hal ini perlu dilakukan agar Pemkab Pamekasan mendapat kepastian budaya sapi sonok yang selama ini juga digemari oleh masyarakat Madura itu adalah milik asli dan hasil ciptaan orang Pamekasan. Kabag Hukum Setdakab Pamekasan, Yudi Kiesna Mukti SH, mengatakan, Kamis (18/2), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em><strong><a href="http://" target="_self"><img class="alignleft" src="http://www.indosiar.com/images/news/teropong/a_060203_sapi04.jpg" alt="" width="164" height="145" /></a>Madura </strong></em>- Pemkab Pamekasan mematenkan hak cipta budaya sapi sonok ke Departemen Hukum dan HAM. Hal ini perlu dilakukan agar Pemkab Pamekasan mendapat kepastian budaya sapi sonok yang selama ini juga digemari oleh masyarakat Madura itu adalah milik asli dan hasil ciptaan orang Pamekasan.</p>
<p>Kabag Hukum Setdakab Pamekasan, Yudi Kiesna Mukti SH, mengatakan, Kamis (18/2), hari ini pihaknya bersama Kabag Kesra Drs Hairil Basar akan mengantarkan berkas-berkas persyaratan pendaftaran untuk dapat hak cipta itu ke Kanwil Departemen Hukum dan HAM JawaTimur. Kemudian dari sana dilanjutkan untuk dinaikkan ke Depertemen Hukum dan HAM melalui Direktorat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Jakarta.</p>
<p>Beberapa berkas yang akan dijadikan pelengkap pensyaratan pendaftaran antara lain adalah berupa buku sejarah sapi sonok yang ditulis oleh Drs Khairil Basar dan berbagai keterangan formal dan catatan lainnya. ”Untuk sementara kita sendiri telah membentuk tim untuk mendapatkan hak cipta ini. Semoga saja semuanya bisa berjalan lancar,” katanya.<span id="more-627"></span></p>
<p>Apakah nanti tidak akan mendapat protes dari daerah tingkat dua lainnya di Madura seperti Bangkalan, Sampang dan Sumenep mengingat sapi sonok ini juga banyak digemari didaerah itu, Yudi Kiesna membenarkan bahwa sapi sonok itu juga banyak digemari dan menjadi kebanggaan masyarakat Madura secara umum, namun dia menegaskan bahwa asal usul sapi sonok itu dari Pamekasan.</p>
<p>“Penciptanya atau yang pertama kali memulainya adalah dari Pamekasan. Karena itu maka hak cipta sapi sonok itu pantas untuk menjadi hak milik Pamekasan. Persoalan daerah lain di Madura juga banyak yang senang itu tidak masalah apalagi kita di Madura ini kan memang satu keluarga dan saudara,” katanya.</p>
<p>Sapi sonok pertama kali dicetuskan oleh warga Batu Kerbui pesisir utara Pamekasan. Dalam sejarahnya setiap kali selesai bekerja membajak ladang, para petani biasanya memandikan sapinya itu. Setelah dimandikan maka sepasang sapi itu didiamkan ke satu tiang ”tancek’’. Kebiasaan itu juga dilakukan oleh petani lain dalam satu petak tanah tegal, sehingga tampak ramai.</p>
<p>Nah dalam perkembangannya, kemudian muncul pemikiran dari para petani untuk memilih dan melombakan mana sapi yang paling bersih dan rapi berdiri. Pasangan sapi itu juga kemudian didandani dengan asesoris lain yang indah. Kemudian dari inilah tradisi sapi sonok itu muncul, yang pada akhirnya menjadi sebuah budaya masyarakat Pamekasan dan Madura pada umumnya.</p>
<p>Sapi sonok dalam perkembangannya bukan hanya menjadi perekat hubungan sosial, namun juga memiliki makna budaya dan tehnologi. Bagi Pamekasan sapi sonok telah menjadi kebanggan tersendiri. Bupati Pamekasan telah mendapatkan penghargaan sebagai bupati yang memiliki kepedulian yang tinggi atas pelestarian budaya karena komitmennya untuk melestarikan sapi sonok ini.</p>
<p>Dari aspek sosial budaya sapi sonok mendekatkan hubugan sosial masyarakat Madura, dan dari budaya juga menjadikan sapi sonok ini sebagai sebuah hasil kreasi masyarakat yang menjadi kebanggaan. Sedangkan dari aspek tehnologi, lahirlah tehnologi untuk membibitkan sapi yang berkualitas dan menjaga kelestarian spesies sapi Madura.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhamhalil.web.id/sapi-sonok-madura-dipatenkan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Ulang Tahun</title>
		<link>http://idhamhalil.web.id/selamat-ulang-tahun</link>
		<comments>http://idhamhalil.web.id/selamat-ulang-tahun#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 05:13:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Halil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teras Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhamhalil.web.id/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[Tepat tanggal 17 Pebruari adalah Ultah Istriku tercinta, ibu dari anak &#8211; anakku. Semoga panjang umur, tabah menghadapi tingkah polah anak &#8211; anak. Semoga Sukses selalu dalam kehidupan ini Amin&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://idhamhalil.web.id/wp-content/uploads/29062007148.jpg" rel="lightbox[615]"><img class="alignleft size-medium wp-image-616" title="29062007148" src="http://idhamhalil.web.id/wp-content/uploads/29062007148-300x225.jpg" alt="29062007148" width="180" height="135" /></a>Tepat tanggal 17 Pebruari adalah Ultah Istriku tercinta, ibu dari anak &#8211; anakku.  Semoga panjang umur, tabah menghadapi tingkah polah anak &#8211; anak.  Semoga Sukses selalu dalam kehidupan ini Amin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhamhalil.web.id/selamat-ulang-tahun/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alam Maya yang sudah tidak Maya</title>
		<link>http://idhamhalil.web.id/alam-maya-yang-sudah-tidak-maya</link>
		<comments>http://idhamhalil.web.id/alam-maya-yang-sudah-tidak-maya#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 14:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Halil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teras Diri]]></category>
		<category><![CDATA[dunia maya]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[FB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhamhalil.web.id/?p=610</guid>
		<description><![CDATA[Situs jejaring sosial semacam facebook, twitter dan banyak lagi sudah menjadi bagian dari hidup dan menjadi booming 2 tahun terakhir ini, seperti gengsi jika orang tidak pernah tahu apa itu facebook dan twitter dan dianggap gaptek jika belum masuk ke jejaring perkenalan tersebut. Rasanya ada yang kurang jika belum mengup date status kita. jika di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://idhamhalil.web.id/wp-content/uploads/waspadalah.jpg" target="_self" rel="lightbox[610]"><img class="alignleft size-medium wp-image-611" title="waspadalah" src="http://idhamhalil.web.id/wp-content/uploads/waspadalah-300x182.jpg" alt="waspadalah" width="300" height="182" /></a>Situs jejaring sosial semacam facebook, twitter dan banyak lagi sudah menjadi bagian dari hidup dan menjadi booming 2 tahun terakhir ini, seperti gengsi jika orang tidak pernah tahu apa itu facebook dan twitter dan dianggap gaptek jika belum masuk ke jejaring perkenalan tersebut. Rasanya ada yang kurang jika belum mengup date status kita. jika di ibaratkan ada yang kurang dalam hidup jika belum buka facebook.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun banyak efek positifnya antara lain adanya penggalangan dukungan terhadap kriminalisasi KPK, bantuan koin untuk prita, juga untuk mencari saudara, teman &#8211; teman yang udah lama menghilang yang sudah tidak ketemu ujung dunianya, dengan FB akhirnya ketemu, ibaratkan sekarang dunia udah digenggaman jika udah berasik dengan FB.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari segi negatif, beberapa hari yang lalu kita disuguhi dengan berita menghilangnya seorang remaja dengan teman chattingnya yang ketemu di jejaringan sosial FB.  Teman dalam dunia maya merayu dengan rayuan gombal sehingga ketemu di dunia nyata, dalam istilah saya alam maya yang sudah tidak maya lagi. Terbukti kebanyakan teman dalam dunia mayanya hanya seorang penipu ulung yang merayu, sehingga membuat sock orang tua.</p>
<p style="text-align: justify;">Terlepas dari itu semua sebua teknologi atau hal baru apapun yg sedang menggejala, kita harus bijak menyikapinya. Karena positif atau negatifnya tergantung bagaimana kita memanfaatkannya. sekali lagi waspadalah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhamhalil.web.id/alam-maya-yang-sudah-tidak-maya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Valentine dalam keseharian</title>
		<link>http://idhamhalil.web.id/valentine-dalam-keseharian</link>
		<comments>http://idhamhalil.web.id/valentine-dalam-keseharian#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 07:47:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Halil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teras Diri]]></category>
		<category><![CDATA[14 pebruari]]></category>
		<category><![CDATA[kasih sayang]]></category>
		<category><![CDATA[valentine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhamhalil.web.id/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[Setiap tanggal 14 Pebruari diperingati sebagai hari Valentine (hari Kasih Sayang) bagi kebanyakan orang, mayoritas remaja memperingatinya sebagai suatu hari yang istimewa dengan berbagi kado coklat. Dilihat dari historisnya valentine mempunyai latar belakang sejarah. Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setiap tanggal 14 Pebruari diperingati sebagai hari Valentine (hari Kasih Sayang) bagi kebanyakan orang, mayoritas remaja memperingatinya sebagai suatu hari yang istimewa dengan berbagi kado coklat. Dilihat dari historisnya valentine mempunyai latar belakang sejarah. Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya. Claudius II melihat St.Valentine mengajak manusia kepada agama nashrani, lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya.</p>
<p>Dalam versi kedua, Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St.Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi ampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan “Dari yang tulus cintanya, Valentine.” Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama nashrani bersama 46 kerabatnya.”<span id="more-606"></span></p>
<p>Versi ketiga menyebutkan ketika agama nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan “Dengan nama Tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini.”<br />
Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat “Dengan nama Tuhan Ibu” dengan kalimat “Dengan nama Pendeta Valentine” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nashrani.</p>
<p>Versi lain mengatakan St.Valentine ditanya tentang Atharid, Tuhan perdagangan, kefasihan, makar dan pencurian, dan Jupiter, Tuhan orang Romawi yang terbesar. Maka dia menjawab Tuhan-Tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasanya Tuhan yang sesungguhnya adalah Isa Al Masih. Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang sebenarnya merupakan lambang Tuhan cinta bagi orang-orang Romawi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari beberapa versi diatas mempunyai historis berupa pengorbanan dan pembataian. Sehingga setiap tanggal 14 pebruari atau valentine day sangat banyak sekali pengorbanan pada hari itu. Pengorbanan seorang manusia sesema manusia. Pernah nggak kita bayangkan pada hari valentine berapa banyak cinta yang ditolak, sehingga sering mengorbankan diri akibat patah hati. Hari valentine cenderung merusak secara moral, karena banyak itikad yang tidak baik pada hari itu, pernyataan cinta yang kadang lebih mengarah hal &#8211; hal negatif.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya valentine itu tidak hanya setiap tanggal 14 Pebruari tetapi setiap hari, detik, menit dan jam kita peringati dengan memberikan kasih sayang pada sesema, menolong orang yang sedang kesusahaan dan masih banyak lagi ajaran &#8211; ajaran kebaikan untuk bervalentine setiap hari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhamhalil.web.id/valentine-dalam-keseharian/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NU SUMENEP HARAMKAN PERAYAAN VALENTINE DAY</title>
		<link>http://idhamhalil.web.id/nu-sumenep-haramkan-perayaan-valentine-day</link>
		<comments>http://idhamhalil.web.id/nu-sumenep-haramkan-perayaan-valentine-day#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 07:47:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Halil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhamhalil.web.id/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[Sumenep &#8211; Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumenep, mengharamkan perayaan Hari Valentine, yang biasa dirayakan para kawula muda untuk mengungkapkan kasih sayang kepada teman maupun pasangannya. Ketua PC NU Sumenep, Drs. KH. Abdullah Cholil, M.Hum mengatakan, awalnya, perayaan valentine tersebut tidak begitu dipersoalkan, karena dianggap aksi yang mendasarkan pada bentuk kasih sayang antar manusia. “Tapi, fenomena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em><strong><a href="http://" target="_self"><img class="alignleft" src="http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/02/14/65440_valentine_300_225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Sumenep</strong></em> &#8211; Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumenep, mengharamkan perayaan Hari Valentine, yang biasa dirayakan para kawula muda untuk mengungkapkan kasih sayang kepada teman maupun pasangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua PC NU Sumenep, Drs. KH. Abdullah Cholil, M.Hum mengatakan, awalnya, perayaan valentine tersebut tidak begitu dipersoalkan, karena dianggap aksi yang mendasarkan pada bentuk kasih sayang antar manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tapi, fenomena yang terjadi akhir-akhir ini, hari kasih sayang ini sudah menyimpang dari filosofinya. Bahkan, prakteknya sudah menjurus pada perbuatan maksiat. Jadi, kami menyimpulkan perayaan valentine itu hukumnya haram,”kata KH. Abdullah Cholil, pada wartawan di Sumenep, Kamis (11/02).</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan, pada dasarnya aktivitas apapun selagi belum ada ketentuan dalam syariat Islam, maka aktivitas itu hukumnya diperbolehkan. Namun, jika aktivitas itu menjadi sumber timbulnya kemaksiatan, otomatis hukumnya menjadi haram.</p>
<p><span id="more-601"></span></p>
<p style="text-align: justify;">“Semestinya, perayaan Hari Valentine yang dikenal sebagai hari kasih sayang itu, diisi dengan aktivitas yang positif. Semisal, berkunjung ke panti asuhan atau panti yatim,”terangnya mengungkapkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada semua masyarakat, supaya melarang anaknya untuk merayakan Valentine Day, yang jatuh pada tanggal 14 Pebruari 2010, agar aksi kemaksiatan dalam momentum tersebut bisa dicegah sejak dini.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sesuai hasil pengamatan kami, semua kegiatan yang dilakukan para anak muda dalam merayakan Hari Valentine tersebut, hampir sebagian besar diisi dengan aktivitas yang tidak bermanfaat dan menjurus pada perbuatan maksiat,”ungkapnya menegaskan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhamhalil.web.id/nu-sumenep-haramkan-perayaan-valentine-day/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fenomena GUS DUR</title>
		<link>http://idhamhalil.web.id/fenomena-gus-dur</link>
		<comments>http://idhamhalil.web.id/fenomena-gus-dur#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 04:30:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Halil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teras Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhamhalil.web.id/?p=587</guid>
		<description><![CDATA[Lewat sudah 40 hari meninggalknya gus dur, tapi masyarakat tetap mengenang beliau baik dari kaum santri abangan sampai santri  priyayi dari Kaum Islam sampai dengan Kaum Lintas Agama. Sosok Gus Dur merupakan fenomena tersendiri pada abad ini khususnya di negara Indonesia. Beliau dikenal masyarakat sebgai pembela HAM yang gigih, pembela kaum marginal. Menurut Menurut Greg [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://www.gusdur.net/skins/gusdur/images/slide-2_2.jpg" alt="" width="298" height="151" />Lewat sudah 40 hari meninggalknya gus dur, tapi masyarakat tetap mengenang beliau baik dari kaum santri abangan sampai santri  priyayi dari Kaum Islam sampai dengan Kaum Lintas Agama. Sosok Gus Dur merupakan fenomena tersendiri pada abad ini khususnya di negara Indonesia. Beliau dikenal masyarakat sebgai pembela HAM yang gigih, pembela kaum marginal.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Menurut Greg Barton, pemikiran Gus Dur memiliki kekuatan. Selain dari sisi tema yang merambah ke berbagai ranah, relevansinya baik bagi masyarakat Islam dan non-Islam di Indonesia, maupun masyarakat agama di belahan bumi lainnya.</p>
<p><span id="more-587"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Gus Dur salah satu putra terbaik NU yang mewakili dikancah politik serta percaturan demokrasi di Indonesia dewasa ini. sampai ada yang menyatakan bahwa Gus Dur merupakan Bapak Demokrasi Indonesia serta Bapak Pluralisme Indonesia.</p>
<p><!--more--></p>
<p style="text-align: justify;">Pola pemikiran kadang melompat nggak ketemu juntrungan, bahkan lebih maju kedepan dari sekitarnya sehingga sering membuat  masyarakat bingung dengan pikiran &#8211; pikiran beliau, yang pada akhirnya setelah ditelaah secara mendalam akan terbukti kebenaran dari ucapan beliau. Seorang Nurcholish Majid yang biasa disebut Cak Nur mengatakan bahwa Gus Dur berdiam dan berpikir diatas angin, artinya bahwa pemikiran susah ditebak kemana arahnya tetapi tetap dalam koridor Demokrasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang menjadi pertanyaan adalah siapakah sekarang bisa mengganti Gus Dur yang telah menjadi Fenomena yang menarik , yang bisa melanjutkan pikiran &#8211; pikiran beliau yang bisa membawa ROH GUS DUR kealam Demokrasi Indonesia Raya</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat Jalan Gus Dur&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Bapak Bangsa, Bapak Demokrasi &#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Bapak Pluralisme..</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat Jalan Kesederhaan &#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhamhalil.web.id/fenomena-gus-dur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

