Sempat Hilang, Saat Ditemukan Balita di Sumenep Sudah Tewas di Dalam Mobil

By Idham Halil. Filed in W@rta Pulau  |  
TOP del.icio.us digg

SUMENEP | SURYA Online – Sakif Fathur Nuransah (3), ditemukan tewas di dalam mobil sedan yang diparkir di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim), Jumat (26/6).

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kota, AKP Mohammad Heri menjelaskan, korban sebelumnya dinyatakan hilang sejak hari Kamis (25/6) pukul 10.00 WIB.

“Ibu korban, Rafiqah (28), warga Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Sumenep, sempat mengumumkan kehilangan anaknya pada salah satu radio,” katanya di Sumenep.

Kapolsek juga menjelaskan, Kamis (25/6) kemarin pagi, korban diajak ibunya ke asrama Kodim 0827 Sumenep untuk mencari salah seorang temannya.

“Ternyata, temannya yang ditujunya sudah pindah dan tidak berada di Sumenep. Ketika akan pulang, ternyata korban tidak ada,” katanya mengungkapkan.

Pada hari Kamis itu juga, korban dicari oleh ibunya bersama sejumlah istri anggota Kodim yang tinggal di asrama tersebut.

“Tapi, hingga Kamis malam, korban tidak ditemukan, sehingga Jumat pagi, ibu korban mendatangi ‘orang pintar’ untuk minta bantuan mencari anaknya,” kata Heri menjelaskan.

Ketika berada di asrama Kodim, “orang pintar” tersebut ternyata menunjuk mobil sedan warna putih dengan nomor polisi (nopol) L 17XX BG yang diparkir di samping asrama Kodim, tepatnya di Jalan Trunojoyo.

“Ketika dicek, ternyata di dalam mobil tersebut tepatnya di jok belakangnya, ditemukan korban dan sudah tidak bernyawa lagi,” katanya menambahkan.

Mobil sedan putih yang diparkir sejak tiga hari lalu itu, lanjut Heri, dalam kondisi terkunci dan kacanya tertutup rapat.

“Ini yang membuat kami heran, kok bisa korban masuk ke dalam mobil yang sedang terkunci. Ketika ditemukan, mobilnya tetap dalam keadaan terkunci, dan kami meminta pemilik mobil, RSK, untuk meminjamkan kunci guna membuka mobilnya,” katanya.

Menurut Kapolsek, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Moh. Anwar untuk dilakukan visum luar, dan hasilnya tidak ditemukan bekas penganiayaan.

“Keluarga besar korban memang membuat surat pernyataan pada kami yang intinya tidak bersedia melakukan otopsi terhadap korban dan menganggap kasus ini sebagai musibah atau kecelakaan,” katanya

Leave a Reply