Suramadu dan Harapan Baru
By Idham Halil. Filed in Teras Diri |
Alhamdulillah rangkaian paling sulit pada Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) akhirnya tersambung. Pemasangan steel box girder terakhir pada bentang tengah jembatan terpasang pada pukul 00.00 WIB, Rabu (1/4/2009), yang berarti antara Pulau Madura dengan Pulau Jawa sudah tidak ada jarak lagi.
Sebagai masyarakat Madura kita semua patut berbangga dengan adanya proyek besar suramadu yang panjangnya sekitar 5,4 km ini akan semakin mempermudah akses sosial ekonomi masyarakat Madura. Terlepas dari adanya pro dan kontra terhadap pembangunan Suramadu kalau kita mau berpikir lebih jernih, hal ini merupakan berkah bagi masyarakat madura secara umum.
Dari segi Pariwisata hal ini dapat menarik wisatawan lokal maupun asing karena dengan akses yang mudah dan cepat untuk mencapai Pulai Madura sanngat memungkinkan akan menarik minat dari para investro untuk menanam modal dalam membenahi sektor parawisata yang ada di Pulau Madura. Beberapa potensi kelautan yang sangat banyak yang belum dikelola secara maksimal oleh masyarakat setempat yang jika dikelola dengan baik akan meningkatkan kesejehteraan masyarakat Madura , merupakan pekerjaan rumah yang harus dihadapi Pemerintah Kabupaten di Madura Pasca Suramadu.
Selama ini masyarakat madura khususnya kalangan ulama (kyai) sangat kuatir jika jembatan suramadu betul – betul terealisasi akan dapat merubah tatanan sosial masyarakat madura yang madani, sebenarnya hal tersebut tidak perlu dikuatirkan selama pembangunan tersebut tetap mengarah pada yang baik. Pasca Jembatan Suramadu merupakan tantangan tersendiri bagi masyarakat Madura yang terkenal Agamis untuk tetap mempertahankan dan menjaga kearifin budaya lokal. Bagaimanapun pembangunan tetap mempunyai tujuan yang pragmatis, disatu sisi ada yang baik dan disisi lain memang ada yang dikorbankan, disinilah peran Pemerintah dan Ulama sebagai benteng untuk mempertahankan dan menjaga nilai-nilai luhur masyarakat Madura. Sekali lagi Peran pemerintah serta tokoh masyarakat (Ulama) sangat diharapkan dalam hal ini.
Adanya kekuatiran dari kalangan masyarakat pasca jembatan suramadu bahwa Madura akan dijadikan pusat industrialisasi seperti di daerah Batam, sebenarnya hal itu tidak perlu dijadikan alasan bagaimanapyn sekarang adalah jaman globalisasi dimana – mana booming industriliasasi. Disinilah salah satu peran Pemerintah sebagai steak holder pembangunan, dimana pemerintah harus mempunyai kerangka berpikir matang dalam menata tatanan masyarakat madura jika memang madura mau dijadikan daerah industrilialisasi, mengingat masyarakat Madura yang mayoritas petani dan agamis. Jika semua tatanan yang ada sejalan dan seimbang antara kemajuan teknologi dan perekonomian hal ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat madura.
Marilah kita songsong jembatan suramadu dengan penuh harapan, semoga hari esok lebih baik daripada hari ini dan kemarin ………..
Tags: jembatan, madura, perekonomian, surabaya, suramadu


