Tag Archive
al firdaus batang-2 blog anak sapeken buku caleg dapil 7 demokrasi fatwa mui gaya hidup istilah janji politik jumlah caleg kampanye kepulaun kangean khittah kunjungan kyai launching lokal madura menteri kehutanan nu parpol pemilu pesantren pns politik produk produk dalam negeri Puisi puisi d.zawawi imron pulau radar madura rakyat sapardi djoko damono sapeken sastra selamat datang sepatu seremonial shopaholic si clurit emas sumene madura tki wapres
3 Tipe Calon DPR Pilihan Rakyat
Pemilihan Legislatif tinggal menunggu hitungan hari, tetapi masyarakat belum mengenal tentang kualitas dan kapasitas calon anggota legislatif yang akan duduk mewakili rakyat pada peirode 2009 – 2014 mendatang. Minimnya informasi para celag mengakibatkan produk yang dihasilkan dari pileg tahun 2009 mendatang masih jauh dari harapan. Meski demikian, Rakyat Indonesia masih punya harapan walapun tergantung. Read the rest of this entry »
SS serta perlengkapan Pileg Untuk Kecamatan Sapeken Terancam Telat
Pesta demokrasi pemilihan legislatif sudah tinggal beberapa hari lagi tapi distribusi surat suara serta perlengkapan lainnya masih banyak yang belum tersalurkan , khususnya untuk daerah kepulauan.
Setelah kami konfirmasikan pada ketua PPK Kecamatan Sapeken bapak H. Jaelani tentag SS serta perlengkapan sampai sekarang belum terkirim, jika sampai tanggal 23 maret 2009 belum siap dikirim kesapeken, akan dikuatirkan terjadi keterlambatan pendistribusian ke masing-masing PPS. Bagaimanapun kata beliau geografis sapeken berbeda dengan daerah lain.
Untuk Calon Wakil Rakyat Dapil 7
Eforia demokrasi di kangean begitu sangat terasa sekali pada pileg (bukan pilek) tahun 2009 yang jatuh tanggal 09 April 2009, hal ini dibuktikan dengan jumlah calon legislatif pada Dapil 7 (Arjasa, Kangayan dan Sapeken) sangat banyak sekali sekitar 54 orang putra asli kangean saja dengan jumlah partai yang dijadikan tumpangan pada pileg tahun 2009 sekitar 21 parpol.
Jumlah ini sangat membengkak di bandingkan Pemilu tahun 2004 yang diikuti oleh 24 partai politik, hal ini sangat menarik sekali jika kita kaji dari masing – masing latar belakang para caleg yang ada di dapil 7. Kebanyakan dari para peserta yang mendaftarkan diri untuk ikut kontestan menjadi wakil rakyat pada dapil 7 bondonya nekat doang, rata-rata mereka tidak mempunyai kapasitas, kapabilitas, kompetensi yang memadai.
Bagaimana kita akan menaruh harapan yang besar kepada mereka jika telah duduk sebagai wakil rakyat kalau SDMnya saja tidak mumpuni (sorry bukan meremehkan). mau dikemanakan suara rakyat jika hanya di DPRD cuma bisanya setuju saja, tanda tangan thok pada rapat paripurna terus dapat duit, duitnya duit rakyat lagi. Ingat Lembaga DPRD bukan tempatnya untuk tahlilan, tetapi untuk menyuarakan hati nurani rakyat.
Suara Rakyat Untuk Para Caleg
Dengan di ketoknya palu Mahkamah Konstitusi (MK) yang merestui suara terbanyak untuk pemilu yang akan datang, membawa berkah kepada caleg yang nomor urut sepatu alias buncit karena bisa memungkinkan para caleg dapat meraih kursi.
Penetapan suara terbanyak ini disambut gembira oleh para pihak wabil khusus para caleg nomor sepatu dan hal ini merupakan telak kepada para penguasa – penguasa parpol papan atas yang awalnya hanya ongkang – ongkang sepatu sekarang mau tidak mau sekarang mereka harus mengkalkulasi kembali kemampuannya baik material (maksudnya duit) maupun immaterial(kalo mereka KO). Yang jelas keputusan MK ini berdampak pada jalannya mekanisme partai.