<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:. idhamhalil .: &#187; madura</title>
	<atom:link href="http://idhamhalil.web.id/tag/madura/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://idhamhalil.web.id</link>
	<description>d@eng m@kassik</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 11:41:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Sapi Sonok Madura Dipatenkan</title>
		<link>http://idhamhalil.web.id/sapi-sonok-madura-dipatenkan</link>
		<comments>http://idhamhalil.web.id/sapi-sonok-madura-dipatenkan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 01:58:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Halil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta]]></category>
		<category><![CDATA[madura]]></category>
		<category><![CDATA[pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[paten]]></category>
		<category><![CDATA[sapi sonok]]></category>
		<category><![CDATA[sumenep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhamhalil.web.id/?p=627</guid>
		<description><![CDATA[Madura - Pemkab Pamekasan mematenkan hak cipta budaya sapi sonok ke Departemen Hukum dan HAM. Hal ini perlu dilakukan agar Pemkab Pamekasan mendapat kepastian budaya sapi sonok yang selama ini juga digemari oleh masyarakat Madura itu adalah milik asli dan hasil ciptaan orang Pamekasan. Kabag Hukum Setdakab Pamekasan, Yudi Kiesna Mukti SH, mengatakan, Kamis (18/2), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em><strong><a href="http://" target="_self"><img class="alignleft" src="http://www.indosiar.com/images/news/teropong/a_060203_sapi04.jpg" alt="" width="164" height="145" /></a>Madura </strong></em>- Pemkab Pamekasan mematenkan hak cipta budaya sapi sonok ke Departemen Hukum dan HAM. Hal ini perlu dilakukan agar Pemkab Pamekasan mendapat kepastian budaya sapi sonok yang selama ini juga digemari oleh masyarakat Madura itu adalah milik asli dan hasil ciptaan orang Pamekasan.</p>
<p>Kabag Hukum Setdakab Pamekasan, Yudi Kiesna Mukti SH, mengatakan, Kamis (18/2), hari ini pihaknya bersama Kabag Kesra Drs Hairil Basar akan mengantarkan berkas-berkas persyaratan pendaftaran untuk dapat hak cipta itu ke Kanwil Departemen Hukum dan HAM JawaTimur. Kemudian dari sana dilanjutkan untuk dinaikkan ke Depertemen Hukum dan HAM melalui Direktorat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Jakarta.</p>
<p>Beberapa berkas yang akan dijadikan pelengkap pensyaratan pendaftaran antara lain adalah berupa buku sejarah sapi sonok yang ditulis oleh Drs Khairil Basar dan berbagai keterangan formal dan catatan lainnya. ”Untuk sementara kita sendiri telah membentuk tim untuk mendapatkan hak cipta ini. Semoga saja semuanya bisa berjalan lancar,” katanya.<span id="more-627"></span></p>
<p>Apakah nanti tidak akan mendapat protes dari daerah tingkat dua lainnya di Madura seperti Bangkalan, Sampang dan Sumenep mengingat sapi sonok ini juga banyak digemari didaerah itu, Yudi Kiesna membenarkan bahwa sapi sonok itu juga banyak digemari dan menjadi kebanggaan masyarakat Madura secara umum, namun dia menegaskan bahwa asal usul sapi sonok itu dari Pamekasan.</p>
<p>“Penciptanya atau yang pertama kali memulainya adalah dari Pamekasan. Karena itu maka hak cipta sapi sonok itu pantas untuk menjadi hak milik Pamekasan. Persoalan daerah lain di Madura juga banyak yang senang itu tidak masalah apalagi kita di Madura ini kan memang satu keluarga dan saudara,” katanya.</p>
<p>Sapi sonok pertama kali dicetuskan oleh warga Batu Kerbui pesisir utara Pamekasan. Dalam sejarahnya setiap kali selesai bekerja membajak ladang, para petani biasanya memandikan sapinya itu. Setelah dimandikan maka sepasang sapi itu didiamkan ke satu tiang ”tancek’’. Kebiasaan itu juga dilakukan oleh petani lain dalam satu petak tanah tegal, sehingga tampak ramai.</p>
<p>Nah dalam perkembangannya, kemudian muncul pemikiran dari para petani untuk memilih dan melombakan mana sapi yang paling bersih dan rapi berdiri. Pasangan sapi itu juga kemudian didandani dengan asesoris lain yang indah. Kemudian dari inilah tradisi sapi sonok itu muncul, yang pada akhirnya menjadi sebuah budaya masyarakat Pamekasan dan Madura pada umumnya.</p>
<p>Sapi sonok dalam perkembangannya bukan hanya menjadi perekat hubungan sosial, namun juga memiliki makna budaya dan tehnologi. Bagi Pamekasan sapi sonok telah menjadi kebanggan tersendiri. Bupati Pamekasan telah mendapatkan penghargaan sebagai bupati yang memiliki kepedulian yang tinggi atas pelestarian budaya karena komitmennya untuk melestarikan sapi sonok ini.</p>
<p>Dari aspek sosial budaya sapi sonok mendekatkan hubugan sosial masyarakat Madura, dan dari budaya juga menjadikan sapi sonok ini sebagai sebuah hasil kreasi masyarakat yang menjadi kebanggaan. Sedangkan dari aspek tehnologi, lahirlah tehnologi untuk membibitkan sapi yang berkualitas dan menjaga kelestarian spesies sapi Madura.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhamhalil.web.id/sapi-sonok-madura-dipatenkan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suramadu dan Harapan Baru</title>
		<link>http://idhamhalil.web.id/suramadu-dan-harapan-baru</link>
		<comments>http://idhamhalil.web.id/suramadu-dan-harapan-baru#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 08:08:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Halil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teras Diri]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[madura]]></category>
		<category><![CDATA[perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[suramadu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhamhalil.web.id/?p=436</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah rangkaian paling sulit pada Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) akhirnya tersambung. Pemasangan steel box girder terakhir pada bentang tengah jembatan terpasang pada pukul 00.00 WIB, Rabu (1/4/2009), yang berarti antara Pulau Madura dengan Pulau Jawa sudah tidak ada jarak lagi. Sebagai masyarakat Madura kita semua patut berbangga dengan adanya proyek besar suramadu yang panjangnya sekitar 5,4 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://idhamhalil.web.id/wp-content/uploads/suramadu2.jpg" target="_self" rel="lightbox[436]"><img class="alignleft size-full wp-image-440" title="suramadu2" src="http://idhamhalil.web.id/wp-content/uploads/suramadu2.jpg" alt="suramadu2" width="167" height="111" /></a>Alhamdulillah rangkaian paling sulit pada Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) akhirnya tersambung. Pemasangan steel box girder terakhir pada bentang tengah jembatan terpasang pada pukul 00.00 WIB, Rabu (1/4/2009), yang berarti antara Pulau Madura dengan Pulau Jawa sudah tidak ada jarak lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sebagai masyarakat Madura kita semua patut berbangga dengan adanya proyek besar suramadu yang panjangnya sekitar 5,4 km ini akan semakin mempermudah akses sosial ekonomi masyarakat Madura. Terlepas dari adanya pro dan kontra terhadap pembangunan Suramadu kalau kita mau berpikir lebih jernih, hal ini merupakan berkah bagi masyarakat madura secara umum.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span id="more-436"></span>Dari segi Pariwisata <span> </span>hal ini dapat menarik wisatawan lokal maupun asing karena dengan akses yang mudah dan cepat untuk mencapai Pulai Madura sanngat memungkinkan akan menarik minat dari para investro untuk menanam modal dalam membenahi sektor parawisata yang ada di Pulau Madura. Beberapa potensi kelautan yang sangat banyak yang belum dikelola secara maksimal oleh masyarakat setempat yang jika dikelola dengan baik akan meningkatkan kesejehteraan masyarakat Madura , merupakan pekerjaan rumah yang harus dihadapi Pemerintah Kabupaten di Madura Pasca Suramadu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Selama ini masyarakat madura khususnya kalangan ulama (kyai) sangat kuatir jika jembatan suramadu betul – betul terealisasi akan dapat merubah tatanan sosial masyarakat madura yang madani, sebenarnya hal tersebut tidak perlu dikuatirkan selama pembangunan tersebut tetap mengarah pada yang baik. Pasca Jembatan Suramadu merupakan tantangan tersendiri bagi masyarakat Madura yang terkenal Agamis untuk tetap mempertahankan dan menjaga kearifin budaya lokal. Bagaimanapun pembangunan tetap mempunyai tujuan yang pragmatis, disatu sisi ada yang baik dan disisi lain memang ada yang dikorbankan, disinilah peran Pemerintah dan Ulama sebagai benteng untuk mempertahankan dan menjaga nilai-nilai luhur masyarakat Madura. Sekali lagi Peran pemerintah serta tokoh masyarakat (Ulama) sangat diharapkan dalam hal ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Adanya kekuatiran dari kalangan masyarakat<span> </span>pasca jembatan suramadu bahwa Madura akan dijadikan pusat industrialisasi seperti di daerah Batam, sebenarnya hal itu tidak perlu dijadikan alasan bagaimanapyn sekarang adalah jaman globalisasi dimana – mana booming industriliasasi. Disinilah salah satu peran Pemerintah sebagai steak holder pembangunan, dimana pemerintah harus mempunyai kerangka berpikir matang dalam menata tatanan masyarakat madura jika memang madura mau dijadikan daerah industrilialisasi, mengingat masyarakat Madura yang mayoritas petani dan agamis. Jika semua tatanan yang ada sejalan dan seimbang antara kemajuan teknologi dan perekonomian hal ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat madura.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Marilah kita songsong jembatan suramadu dengan penuh harapan, semoga hari esok lebih baik daripada hari ini dan kemarin ………..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhamhalil.web.id/suramadu-dan-harapan-baru/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

