<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:. idhamhalil .: &#187; pemilu</title>
	<atom:link href="http://idhamhalil.web.id/tag/pemilu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://idhamhalil.web.id</link>
	<description>d@eng m@kassik</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 11:41:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>PNS Boleh Ikut Kampanye Asal Jangan Pakai Seragam</title>
		<link>http://idhamhalil.web.id/pns-boleh-ikut-kampanye-asal-jangan-pakai-seragam</link>
		<comments>http://idhamhalil.web.id/pns-boleh-ikut-kampanye-asal-jangan-pakai-seragam#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 05:08:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Halil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Warta]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[pns]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhamhalil.web.id/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Ini kabar gembira PNS yang biasa bermain- main dengan politik , Mendagri memberi sedikit kelonggaran PNS yang mau ikut kampanye dipersilahkan untuk hadir tapi dengan satu persyaratan tidak boleh datang dengan meggunakan baju kebesaran PNS  alasannya takut disangka ada mobilsasi. Baju kita itu coklat, kalau berkelompok-kelompok langsung kelihatan. Sebagai PNS, boleh saja kita ikutan kampanye. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://www.detikinet.com/images/content/2007/11/23/399/Mardiyanto-mendagri.jpg" alt="" width="110" height="110" />Ini kabar gembira PNS yang biasa bermain- main dengan politik , Mendagri memberi sedikit kelonggaran PNS yang mau ikut kampanye dipersilahkan untuk hadir tapi dengan satu persyaratan tidak boleh datang dengan meggunakan baju kebesaran PNS  alasannya takut disangka ada mobilsasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Baju kita itu coklat, kalau berkelompok-kelompok langsung kelihatan. Sebagai PNS, boleh saja kita ikutan kampanye. Tetapi sendiri saja. Jangan pakai baju PNS ramai-ramai di tempat yang sama. Nanti dikira ada yang memobilisasi,&#8221; kata Mendagri Mardiyanto.</p>
<p>Hal ini disampaikan dia saat memberikan pembekalan kepada Panwaslu, KPUD, Pemda se-Indonesia, di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (12/3/2009).</p>
<p style="text-align: justify;">Secara pribadi bagaimanapun PNS mempunyai hak politik juga untuk memilih, tapi mendagri meminta jangan sampai terjebak dalam politik praktis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhamhalil.web.id/pns-boleh-ikut-kampanye-asal-jangan-pakai-seragam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rakyat &#8230;..</title>
		<link>http://idhamhalil.web.id/rakyat</link>
		<comments>http://idhamhalil.web.id/rakyat#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 07:21:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Halil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teras Diri]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[janji politik]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[tki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhamhalil.web.id/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Rakyat adalah sebuah kata yang terdiri dari 6 huruf, yang sering kita dengar, yang sering disebut oleh pejabat pejabat negara dan bahkan mungkin telah menjadi semacam wiritan baru bagi para pengelola birokrasi kita. Dan Demokrasi pun diartikan “pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat dan dijalankan langsung oleh mereka atau oleh wakil-wakil yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Rakyat adalah sebuah kata yang terdiri dari 6 huruf, yang sering kita dengar, yang sering disebut oleh pejabat pejabat negara dan bahkan mungkin telah menjadi semacam wiritan baru bagi para pengelola birokrasi kita.</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Dan Demokrasi pun diartikan “pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat dan dijalankan langsung oleh mereka atau oleh wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan bebas.” Dalam ucapan Abraham Lincoln, demokrasi adalah suatu pemerintahan “dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.” Demokrasi juga bisa dimaknai sebagai bentuk masyarakat yang menghargai-hak-hak asasi manusia secara sama, menghargai kebebasan dan mendukung toleransi, khususnya terhadap pandangan-pandangan kelompok minoritas. Lagi lagi rakyat tersanjung dengan arti demokrasi tersebut dimana rakyat adalah penguasa tunggal.</span></div>
<p><span style="font-size: 100%;"><span id="more-21"></span></span><span style="font-size: 100%;">Bahkan pada implementasi yang tinggi dalam ranah pemerintahan kita disebutkan dalan UUD &#8217;45 semua kekayaaan yang terkandung dalam bumi kita dikuasai pemerintah demi kesejahteraan RAKYAT, Rakyat lagi sebagai penikmat kekayaan negeri, tapi realita yang ada kalau ada yang diusir dari tanahnya sendiri itulah adalah rakyat, jika ada yang diombrak ambrik oleh Satpol PP (polisi dalam negeri yang digaji oleh rakyat) karena telah ditakdirkan sebagai Pedagang Kaki 5 (lima) lagi &#8211; lagi itulah adalah Rakyat, Jika ada yg digebukin aparat penegak hukum karena mencuri seekor ayam lagi lagi itulah adalah rakyat. Entah sampaikan kapan rakyat jadi korban.</span></p>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Dan akhir &#8211; akhir ini kita membaca dan melihat para TKI diusir oleh pemerintah Malaysia karena sebagai pendatang haram mereka diusir seperti kambing yang memakan tanaman tetangganya itu juga Rakyat. Jika para Koruptor tiba di bandara mereka disambut dengan hangat pleh pemerintah dan bahkan dipersilahkan menuju istana presiden, Lain ceritanya jika para TKI tiba ditanah air kebanyakan mereka justru menjadi korban penipuan oleh sesama rakyat. Sungguh ironis memang menjadi rakyat (dalam tanda kutip) suatu saat didekati karena para pejabat, calon dewan butuh mereka tapi yang paling banyak menjadi korban oleh sesama Rakyat yang mengaku sebagai wakil rakyat. Semoga Pemilu yang akan datang Rakyat jangan menjadi korban yang namanya demokrasi.</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhamhalil.web.id/rakyat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suara Rakyat Untuk Para Caleg</title>
		<link>http://idhamhalil.web.id/suara-rakyat-untuk-para-caleg</link>
		<comments>http://idhamhalil.web.id/suara-rakyat-untuk-para-caleg#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 07:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Halil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teras Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[caleg]]></category>
		<category><![CDATA[parpol]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhamhalil.web.id/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Dengan di ketoknya palu Mahkamah Konstitusi (MK) yang merestui suara terbanyak untuk pemilu yang akan datang, membawa berkah kepada caleg yang nomor urut sepatu alias buncit karena bisa memungkinkan para caleg dapat meraih kursi. Penetapan suara terbanyak ini disambut gembira oleh para pihak wabil khusus para caleg nomor sepatu dan hal ini merupakan telak kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan di ketoknya palu Mahkamah Konstitusi (MK) yang merestui suara terbanyak untuk pemilu yang akan datang, membawa berkah kepada caleg yang nomor urut sepatu alias buncit karena bisa memungkinkan para caleg dapat meraih kursi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="FI">Penetapan suara terbanyak ini disambut gembira oleh para pihak wabil khusus para caleg nomor sepatu dan hal ini merupakan telak kepada para penguasa &#8211; penguasa parpol papan atas yang awalnya hanya ongkang &#8211; ongkang sepatu sekarang mau tidak mau sekarang mereka harus mengkalkulasi kembali kemampuannya baik material (maksudnya duit) maupun immaterial(kalo mereka KO). Yang jelas keputusan MK ini berdampak pada jalannya mekanisme partai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="FI"><span id="more-16"></span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Partai yang selama ini bersandar pada figur ketua umumnya, pengkultusan individu, serta fanatisme buta tidak akan layak jual lagi. Tetapi partai yang dikelola dengan sistim serta manajemen administrasi profesional akan lebih dominan dimasa-masa akan datang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Caleg pun tidak bisa lagi bersandar kepada ketokohan sang ketua semata. Namun harus bekerja lebih keras lagi membangun citra serta jaringannya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Dengan jumlah partai dan para caleg peserta pemilu sedemikian besar, para calon harus berhitung seberapa besar peluang kemenangannya. Faktor pertama yang harus diketahui oleh para caleg sebelum berkampanye adalah kemampuan dari diri sendiri yang paling utama adalah SDM dari caleg dan selanjutnya adalah material, bagaimanapun menjadi caleg sudah merupakan konsensus bagi orang awam bahaw mereka mempunya dana yang banyak walaupun kenyataannya mungkin dananya minim. Ini yang harus diingat oleh caleg masyarakat sekarang lebih pintar untuk memilih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Baru baru ini kita disuguhkan dilayar kaca seorang caleg dari makassar adalah seorang pedagang bakso. </span><span lang="FI">Dia merasa mampu secara kualitas diri, akhirnya dengan keterbatasannya sebagai penjual bakso dia berkampanye kapada pelanggannya dan sesama tukang bakso. Cukup sekian entar saya sambung lagi.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhamhalil.web.id/suara-rakyat-untuk-para-caleg/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

